
Foto dokumentasi 1 Maret 2020 - Persipura Jayapura melawan PSIS Semarang. Menurut undang-undang, setiap pemutusan kontrak termasuk karena alasan 'force majeure' karena pandemi virus corona (COVID-19), harus diiringi dengan pemberian pesangon. (ANTARA /HO-Erianto)
Jakarta (ANTARA) - Kuasa hukum Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) Mohammad Agus Riza Hufaida mengatakan, rencana klub-klub Liga 1 memutus kontrak pemain tanpa kompensasi kalau lomba dihentikan adalah menyalahi hukum.
"Memutuskan kontrak tanpa kompensasi tidak sesuai dengan Pasal 164 Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan," mengatakan Riza kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Menurut undang-undang itu, setiap pemutusan kontrak termasuk karena alasan 'force majeure' karena pandemi virus corona (COVID-19), harus diiringi dengan pemberian pesangon.
Ayat 1 Pasal 164 UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan menyatakan ‘Pengusaha dapat mengerjakan pemutusan hubungan kerja kepada pekerja/buruh karena perusahaan tutup yg disebabkan perusahaan mengalami kerugian secara terus menerus selama 2 (dua) tahun atau keadaan memaksa (force majeur), dengan ketentuan pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2) uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) & uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4)’.
Berikut jadwal piala dunia dan piala dunia u-17 fifa 2020 juga kualifikasi piala dunia 2022 indonesia. Piala dunia 2020, jadwal kualifikasi piala dunia 2022 zona asia, piala dunia u 20, Kuasa hukum nilai pemutusan kontrak tanpa kompensasi tak sesuai hukum. Web ini bukan situs judi bola terbesar. Tidak mempunyai daftar agen bola terbaik atau list situs judi bola resmi.
Kami tidak mempunyai daftar agen bola penipu atau semacam kumpulan situs judi bola terpercaya. Jika anda mencari agen bola terpercaya deposit 50rb ini bukan situs judi bola resmi dan terpercaya yang tepat. Apalagi hanya mencari sbobet88. Salah tempat!